Lomba Pedoa 01Kesenian Tari Pedoa menjadi salah satu khasanah budaya bangsa Indonesia yang menjadi kebanggaan Daerah NTT, Nasional maupun Internasional, merupakan sarana media yang efektif dan komunikatif serta menjadi tontonan yang memberikan tuntunan kepada masyarakat dalam memupuk dan menumbuhsuburkan kecintaan terhadap kebudayaan nasional. Perkembangan seni tradisional Tari Pedoa yang sebenarnya cikal bakal keberadaannya berasal dari Kabupaten Sabu Raijua ini harus menjadi kebanggaan bagi kaum muda sebagai generasi penerus untuk diperkenalkan dan dilestarikan sebagai budaya asli bangsa sendiri. Hal ini menjadi tantangan besar bagi kita semua saat ini bagaimana agar generasi penerus kembali bersama untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya sendiri.

Agar terjaga tetap seperti aslinya, tidak punah, dan dapat menjadi kecintaan serta kebanggaan, maka Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menyelenggarakan Lomba Tari Pedoa antar Kelurahan Se – Kota Kupang Tahun 2017. Bertempat di Lantai I Kantor Wali Kota Kupang (Jumat,27/10/17) kegiatan tersebut berlangsung dan di ikuti oleh 17 tim dari 51 kelurahan se-Kota Kupang.

Hadir mendampingi Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, dalam acara tersebut antara lain Sekretaris Daerah Kota Kupang Bernadus Benu, SH. M.Hum, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang Drs. Jacob Laurens Tokoh, M.Si dan Para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Kupang.

Lomba Pedoa 03Wali Kota Kupang dalam sambutannya menyampaikan bahwa, satu hal yang patut kita banggakan yaitu terjalinnya kebersamaan yang didorong oleh semangat dalam suatu kegiatan positif yang merupakan wujud kepedulian dan cerminan cinta terhadap seni dan budaya daerah di tengah dinamika kehidupan yang kompleks dewasa ini. Momentum ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap berbagai Program Pemerintah dalam melestarikan dan mempromosikan budaya. Hal ini sangat penting agar kita tidak menjadi korban dari suatu perubahan yang berdampak terhadap hilangnya jati diri dan identitas kita sebagai bangsa yang selalu menjunjung tinggi nilai – nilai budaya lokal yang telah mengakar dalam tatanan kehidupan masyarakat kita.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Filmon J. Lulupoy, Spd. MM dalam laporan panitia menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yakni sebagai salah satu upaya untuk menggalakkan nilai budaya daerah Nusa Tenggara Timur serta sebagai sarana untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang budaya dari masyarakat, memberikan arah kegiatan positif dan menumbuhkan kreatifitas masyarakat di bidang kesenian, menjalin persatuan dan kesatuan antar masyarakat se – Kota Kupang sekaligus memeriahkan hari sumpah pemuda dan hari pahlawan. (Hum@s)

0
0
0
s2sdefault